SELAMAT DATANG DI PPA&K VIRTUAL CLASS

Media peningkatan kompetensi secara online di bidang Audit Internal, Audit Forensik, Manajemen Risiko, Good Corporate Governance, Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan.

Materi diklat dikembangkan spesifik dan aplikatif untuk menjawab tuntutan kebutuhan saat ini dan masa depan. Model pembelajaran dirancang melibatkan serangkaian proses yang mendorong setiap peserta berbagi pengetahuan, keterampilan nilai-nilai dan pengalaman dengan dipandu oleh fasilitator yang profesional dan berpengalaman.

Daftar Diklat

No Nama Diklat Biaya Waktu Pelaksanaan
1

Diklat Dasar-Dasar Audit (Agustus 2022)

IDR 6.500.000,00 08 Aug 2022 - 18 Aug 2022
2

Diklat Komunikasi dan Psikologi Audit (Agustus (2022)

IDR 7.000.000,00 08 Aug 2022 - 16 Aug 2022
3

Diklat Pengelolaan Tugas-Tugas Audit (Agustus 2022)

IDR 10.250.000,00 08 Aug 2022 - 18 Aug 2022
4

Diklat Audit Forensik Dasar (Agustus 2022)

IDR 9.250.000,00 08 Aug 2022 - 11 Aug 2022
5

Diklat Audit Forensik Lanjutan (Agustus 2022)

IDR 10.250.000,00 08 Aug 2022 - 12 Aug 2022
6

Certified Governance Professional (Agustus 2022)

IDR 10.800.000,00 08 Aug 2022 - 12 Aug 2022
7

Qualified Risk Management Analyst (Agustus 2022)

IDR 8.100.000,00 08 Aug 2022 - 12 Aug 2022
8

Qualified Chief Risk Officer (Agustus 2022)

IDR 10.300.000,00 08 Aug 2022 - 11 Aug 2022
9

Diklat Audit Teknologi Informasi (Agustus 2022)

IDR 7.250.000,00 08 Aug 2022 - 12 Aug 2022
10

Diklat Audit Rumah Sakit (Agustus 2022)

IDR 6.250.000,00 08 Aug 2022 - 11 Aug 2022
11

Diklat Audit SDM (Agustus 2022)

IDR 5.750.000,00 08 Aug 2022 - 10 Aug 2022
12

Diklat Analisis Laporan Keuangan (Agustus 2022)

IDR 5.000.000,00 08 Aug 2022 - 11 Aug 2022
13

Diklat Analisis Kinerja Keuangan PDAM (Agustus 2022)

IDR 5.000.000,00 08 Aug 2022 - 11 Aug 2022
14

Diklat Self Assessment Internal Control (Agustus 2022)

IDR 6.500.000,00 08 Aug 2022 - 11 Aug 2022
15

Diklat Penerapan PSAK 71 dan Dampak Perpajakannya (Agustus 2022)

IDR 4.000.000,00 08 Aug 2022 - 11 Aug 2022
16

Diklat Dasar-Dasar Audit (September 2022)

IDR 6.500.000,00 05 Sep 2022 - 14 Sep 2022
17

Diklat Audit Operasional (September 2022)

IDR 9.250.000,00 05 Sep 2022 - 14 Sep 2022
18

Diklat Audit Kecurangan (September 2022)

IDR 9.750.000,00 05 Sep 2022 - 09 Sep 2022
19

Diklat Khusus bagi Kepala SPI (September 2022)

IDR 12.500.000,00 05 Sep 2022 - 08 Sep 2022
20

Diklat Audit Forensik Dasar (September 2022)

IDR 9.250.000,00 05 Sep 2022 - 08 Sep 2022
21

Diklat Audit Forensik Menengah (September 2022)

IDR 9.250.000,00 05 Sep 2022 - 13 Sep 2022
22

Certified Chief Governance Officer (September 2022)

IDR 11.600.000,00 05 Sep 2022 - 08 Sep 2022
23

Certified Governance Oversight Professional (September 2022)

IDR 12.700.000,00 05 Sep 2022 - 08 Sep 2022
24

Qualified Risk Management Officer (September 2022)

IDR 7.800.000,00 05 Sep 2022 - 08 Sep 2022
25

Qualified Risk Management Professional (September 2022)

IDR 10.300.000,00 05 Sep 2022 - 12 Sep 2022
26

Qualified Risk Governance Professional (September 2022)

IDR 12.500.000,00 05 Sep 2022 - 08 Sep 2022
27

Diklat Audit Internal Berbasis Risiko (September 2022)

IDR 7.250.000,00 05 Sep 2022 - 09 Sep 2022
28

Diklat Penulisan Laporan Hasil Audit yang Efektif (September 2022)

IDR 6.500.000,00 05 Sep 2022 - 07 Sep 2022
29

Diklat Probity Audit (September 2022)

IDR 5.750.000,00 05 Sep 2022 - 07 Sep 2022
30

Diklat Audit atas Laporan Keuangan (September 2022)

IDR 6.250.000,00 05 Sep 2022 - 07 Sep 2022
31

Teknik Audit dengan Batuan Komputer (September 2022)

IDR 6.250.000,00 05 Sep 2022 - 07 Sep 2022
32

Business Continuity Management (September 2022)

IDR 6.250.000,00 05 Sep 2022 - 07 Sep 2022
33

Diklat PSAK72 dan Dampak Perpajakannya (September 2022)

IDR 4.000.000,00 05 Sep 2022 - 08 Sep 2022

News

PENTINGNYA SEBUAH PERENCANAAN

03 Jul 2022

Dalam berbagai aspek kehidupan, Perencanaan memegang arti sangat penting. Berbagai pendapat para tokoh dunia mengenai pentingnya sebuah perencanaan berikut ini.

“Failing to plan is planning to fail – Allen Lakein – seorang American pakar dalam bidang pengelolaan waktu dari John Hopkins University Harvard Business School”

“A goal without a plan is just a wish – Antoine de Saint – Exupery – Seorang berkebangsaan Prancis,  Berprofesi sebagai Pilot dan juga penulis”

“Plans are nothing; planning is everything – Dwight D Eisenhower – Jenderal Angkatan Darat Komandan Sekutu di Eropa dan Presiden Amerika Serikat ke 34”

“By Failing to prepare, you are preparing to fail – Benjamin Franklin – Presiden Amerika Serikat ke 6”

“Plans are worthless, but planning is invaluable – Peter Drucker – Bapak Manajemen Modern”

Dalam berbagai ungkapan tadi dapat disimpulkan pentingnya sebuah proses perencanaan. Bahkan selembar rencana bahkan tidak memiliki arti jika tidak dikuti dengan proses atau kegiatan penyusunan rencana. Sebuah tujuan dan cita-cita yang hendak dicapai atau target yang ingin direalisasikan tanpa sebuah rencana adalah hanya sekedar impian.

Rencana dalam berbagai kajian Bahasa merupakan sebuah kata benda dalam hal ini adalah suatu produk yang berisikan rancangan yang hendak dicapai. Dalam Bahasa inggris mengutip dari oxford dictionary online, rencana (plan) merupakan “noun – something that you intend to do or achieve”.

Aktivitas untuk menyusun rencana adalah proses perencanaan atau planning. Dalam aktivitas ini terdapat proses penyusunan atau pembuatan rencana. Dalam proses perencanaan ini berbagai kondisi di masa depan dihadirkan sehingga para penyusun mendapat gambaran yang memadai mengenai kondisi yang akan dicapai di masa depan. “Planning is bringing the future into present so that you can do something about it now – Quote ini juga dirumuskan oleh Allen Lakein. Hal ini juga dinyatakan oleh Mahathir Mohamad “Planning means looking ahead”.

Perencanaan juga memegang peranan penting dalam aktivitas atau kegiatan yang akan dijalankan oleh auditor internal di masa depan. Perencanaan merupakan bentuk mitigasi dari risiko ketidakjelasan arah yang hendak dicapai di masa depan. Dalam rangkaian kegiatan auditor internal terdapat dua jenis perencanaan yang berkaitan dengan durasi waktu pelaksanaannya. Perencanaan yang pertama adalah perencanaan penugasan selama satu tahun atau lebih (annual plan). Termasuk dalam hal ini adalah proses penyusunan rencana strategis dengan durasi waktu lebih dari satu tahun.

Jenis perencanaan kedua adalah perencanaan penugasan (engagement planning). Perencanaan penugasan adalah tahapan yang harus dilakukan sebagai bentuk persiapan sebelum melaksanakan penugasan. Persiapan ini dilakukan baik untuk penugasan asurans maupun konsultansi. Dengan perencanaan penugasan maka proses pelaksanaan penugasan akan terarah dan mencapai hasil sesuai dengan yang ditetapkan dalam tujuan penugasan.

Selain memberi arah dan petunjuk untuk melaksanakan kegiatan selama kurun waktu tertentu, perencanaan juga merupakan suatu tools untuk melakukan pengendalian pada saat perencanaan telah diimplementasi menuju suatu pencapaian kinerja. Dengan pengendalian maka arah pencapaian sasaran dapat dijaga dan dalam hal terdapat deviasi antara yang direncanakan dengan yang terealisasi maka melalui penjelasan dapat dilakukan sebagai hasil dari pengendalian.

Perencanaan juga dapat merupakan suatu tools untuk melakukan penilaian. Media perencanaan merupakan sumber utama dalam penilaian atas efektifitas dan efisiensi pelaksanaan suatu kegiatan.

Perencanaan tanpa pelaksanaan merupakan sesuatu yang sia-sia.

Quotes berikut ini sangat memberikan inspirasi terkait pelaksanaan perencanaan menuju kesuksesan.

“Plan your work for today and every day, then work your plan – Margaret Thatcher – Perdana Menteri United Kingdom”

“Before anything else, preparation is the key success – Alexander Graham Bell Ilmuwan Amerika kelahiran Britania Raya Penemu Telepon”

“Plans are only good intentions, unless they immediately degenerate into hard work – Peter Drucker”,

“if Plan A fails, remember there are 25 more letters – Chris Guillebeau – Pengarang warga negara Amerika”.

Read more

STANDAR AUDIT INTERNAL - UKURAN MUTU BAGI PROFESIONAL DAN PRAKTISI AUDIT INTERNAL

26 Jun 2022

Fungsi audit internal pada saat ini sudah merupakan suatu profesi. Sebagai suatu profesi maka kontribusi dari auditor internal harus memiliki batasan mutu sesuai dengan yang dibutuhkan oleh para pengguna jasa auditor internal. Untuk dapat memberikan kontribusi dengan mutu sesuai harapan maka pelaksanaan pekerjaan memerlukan suatu standar. Standar menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki definisi ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan. Ukuran mutu ini akan menjadikan hasil pekerjaan auditor sesuai dengan ekspektasi dari para pemangku kepentingan khususnya pengguna laporan auditor.

Auditor internal dalam melaksanakan pekerjaan secara universal telah memiliki rumusan mengenai standar profesi. Standar profesi ini menjadi bagian dari kerangka kerja praktek profesional secara internasional – International Professional Practice Framework (IPPF). Standar ini dirumuskan oleh organisasi profesi yang menaungi para praktisi dan juga mitra dari profesi. IPPF untuk audit internal secara global dirumuskan oleh The Institute of Internal Auditor (IIA).

IIA menetapkan standar memiliki 4 (empat) fungsi. Ke empat fungsi ini antara lain:

  1. Sebagai pedoman yang harus dipatuhi berkaitan dengan hal-hal yang wajib dalam kerangka profesi (IPPF),
  2. Memberikan pedoman dan petunjuk untuk melaksanakan berbagai layanan audit internal yang memiliki nilai tambah,
  3. Standar sebagai dasar untuk melakukan evaluasi atas kinerja unit audit internal
  4. Dengan menerapkan standar, audit internal mendorong proses dan operasional organisasi menjadi lebih baik.

Penjelasan dari masing-masing fungsi berikut ini.

  1. Pedoman yang harus dipatuhi sebagai bagian dari pedoman wajib dalam kerangka profesi
    Standar audit merupakan bagian dari pedoman wajib yang harus dipatuhi. Pedoman wajib dalam IPPF ini antara lain: definisi dari pekerjaan audit internal, prinsip dasar, kode etik, dan standar. Dalam pedoman wajib ini mendefinisikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan audit internal termasuk infrastruktur yang harus disediakan dan interaksi dengan mitra kerja serta pemangku kepentingan.
    Pedoman wajib ini merupakan pedoman yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh auditor internal dan unit kerja audit internal.
  2. Memberikan pedoman dan petunjuk untuk melaksanakan berbagai layanan audit internal yang memiliki nilai tambah
    Auditor Internal dan mitra auditor memiliki ekspektasi yang sama yaitu pelaksanaan hasil pekerjaan audit internal memberikan kontribusi dalam perbaikan perusahaan secara keseluruhan. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka auditor internal menetapkan pelaksanaan pekerjaan yang memiliki nilai tambah.
    Dalam mencapai pelayanan audit internal dengan nilai tambah, organisasi profesi merumuskan berbagai ketentuan yang meliputi infrastruktur dan pelaksanaan pekerjaan yang dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi.
  3. Standar sebagai dasar untuk melakukan evaluasi atas kinerja unit audit internal
    Selain berfungsi sebagai pedoman bagi auditor dalam bekerja, maka standar juga berfungsi sebagai kriteria atau kondisi ideal untuk menilai pelaksanaan pekerjaan audit internal. Dalam evaluasi ini penilaian dilakukan dengan mengacu pada standar sehingga berkaitan dengan penilaian infrastruktur kelembagaan dan proses pelaksanaan pekerjaan auditor.
  4. Dengan menerapkan standar, audit internal mendorong proses dan operasional organisasi menjadi lebih baik
    Dengan melaksanakan fungsi sebagai audit internal yang berkualitas dan sesuai dengan standar profesi ini maka akan memberi dampak pada percepatan dan perbaikan berkelanjutan atas proses dan operasional organisasi menjadi lebih baik.

Standar audit internal ini dirumuskan oleh The International Internal Audit Standard Board (IIASB). IIASB merupakan satu organ yang menjadi bagian dari tata kelola IIA Global. Rumusan oleh IIASB ini kemudian sebelum diterbitkan dibahas dan disetujui oleh The International Professional Practice Framework Oversight Council (IPPFOC).

Sistematika Standar Audit Internal berikut ini.

Bagian Penjelasan
Standar

Pernyataan mengenai persyaratan minimal dalam pelaksanaan profesi audit internal yang kemudian juga dijadikan sebagai dasar dalam penilaian efektifitas kinerja dari unit audit internal ini. Standar ini terdiri dari dua kelompok besar yaitu standar atribut dan standar kinerja.

Standar atribut adalah Standar yang mencantumkan mengenai karakteristik organisasi yang harus dipenuhi atau diakomodasi dan para pihak yang terkait dengan pelaksanaan fungsi audit internal. Dalam standar, kelompok standar atribut merupakan standar yang dimulai dengan angka 1 dalam penetapan kode standar.

Standar kinerja adalah standar yang menjelaskan bagaimana pelaksanaan audit internal dan memberikan kriteria yang dapat digunakan dalam penilaian kinerja pelaksanaan audit internal. Kelompok standar kinerja dimulai dengan angka 2 dalam sistematika penomoran standar.

Interpretasi Dalam setiap standar, pada beberapa bagian dilengkapi dengan interpretasi yang memberikan penjelasan detail mengenai istilah atau konsep yang dicantumkan dalam standar. Interpretasi ini diberikan untuk memberikan batasan pengertian sehingga multi interpretasi tidak terjadi.
Glossary Standar juga dilengkapi dengan glossary atau penjelasan umum mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam standar. Dengan adanya glossary ini maka kesepemahaman global dapat tercapai dan silang pendapat karena perbedaan penafsiran tidak terjadi

Kemudian IIA Global juga sudah melengkapi standar ini dengan Pedoman Implementasi atas setiap standar. Dalam pedoman implementasi diuraikan mengenai bagaimana penerapan dan praktek dari standar tersebut. Dengan berbagai kelengkapan standar ini diharapkan unit / fungsi audit internal dapat melakukan penerapan standar baik melalui adopsi menjadi bagian dari infrastruktur unit kerja audit internal atau menyatakan langsung mengacu pada standar internasional.

Read more

PRINSIP-PRINSIP DASAR FUNGSI AUDIT INTERNAL (CORE PRINCIPLES)

19 Jun 2022

Tulisan ini masih merupakan rangkaian dari penulisan sebelumnya yang membahas mengenai standar profesi audit internal. Standar bersama dengan prinsip dasar dan kode etik serta definisi pekerjaan audit internal merupakan kelompok Pedoman yang wajib (mandatory) dipersiapkan dan dilaksanakan agar pelaksanaan pekerjaan audit internal efektif, efisien, dan sesuai dengan ekspektasi para pemangku kepentingan. Pada bagian ini akan diulas mengenai Prinsip-prinsip dasar.

Dalam glossary dinyatakan Core Principles merupakan:

“The Core Principles for the Professional Practice of Internal Auditing are the foundation for the International Professional Practices Framework and support internal audit effectiveness”.

Dari definisi tersebut tercantum jelas bahwa prinsip-prinsip ini merupakan basic atau foundation yang diyakini akan memberikan dasar bagaimana praktek audit internal ini akan efektif.

Prinsip dasar ini merupakan serangkaian kondisi dan infrastruktur yang harus disediakan agar dapat memberikan bukti nyata bahwa pelaksanaan fungsi audit internal ini akan efektif. Selain itu penerapan semua prinsip secara terintegrasi dan kohesif akan menjadikan fungsi audit internal selain efektif juga akan mencapai tingkat efisiensi yang paling maksimum. Hal ini tercantum dalam pengantar mengenai core principles.

Upaya untuk pemenuhan semua prinsip dasar ini merupakan suatu perjuangan jangka panjang karena harus meyakinkan semua pihak untuk membantu audit internal memenuhi sebagian atau seluruh prinsip. Dalam prinsip-prinsip tersebut, pada umumnya membutuhkan persetujuan dan kesediaan unit kerja lain untuk dapat memenuhinya. Cara untuk pemenuhannya bisa jadi sangat berbeda namun diharapkan semua prinsip ini hadir dan berfungsi serta saling berintegrasi. Ketidaktersediaan satu prinsip atau lebih akan dapat menjadikan fungsi audit internal tidak akan memberikan yang terbaik bagi organisasinya.

Prinsip-prinsip dasar ini terurai berikut.

Menunjukkan Integritas Audit Internal sebagai satu fungsi dan juga sebagai individu harus senantiasa menunjukkan integritas dalam aktivitas sehari-hari.
Menunjukkan Kompetensi dan Kehati-hatian/kecermatan secara professional Dalam memberikan jasa asurans dan juga konsultansi, Fungsi audit internal harus mampu menunjukkan kompetensi dalam menguasai permasalahan yang sedang direview serta dalam pelaksanaan pekerjaannnya harus dilaksanakan dengan penuh kecermatan dan kehati-hatian sebagaimana seorang professional.
Bertidak objektif dan bebas dari pengaruh pihak lain (independen) Pekerjaan berupa penilaian kesesuaian (asurans) yang dilakukan oleh auditor internal harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi obyektifitas dan terbebas dari pengaruh siapapun terutama pihak yang berkepentingan sehingga tidak terdapat konflik kepentingan. Pelaksanaan pekerjaan dengan obyektif ini akan memberikan keyakinan bahwa penilaian yang dilakukan adalah sesuai dan tanpa ada pengaruh dari siapapun.
Sejalan dengan strategi, tujuan, dan risiko organisasi Kontribusi hasil pekerjaan audit internal harus senantiasa searah dan sejalan dengan strategi, tujuan, sasaran, dan juga fokus pada risiko-risiko utama organisasi. Kesesuaian ini sangat penting dan menjadi fokus utama karena dengan demikian maka pencapaian kinerja organisasi secara keseluruhan telah diiringi dengan pelaksanaan asurans dan konsultansi di dalamnya.
Diposisikan secara memadai dan sumber dayanya tercukupi Unit kerja audit internal harus ditempatkan dalam posisi yang memungkinkan untuk menerapkan prinsip independensi. Penetapan tingkatan ini sangat krusial untuk memitigasi dari risiko hambatan struktural. Untuk itu diperlukan komitmen dari Direksi dan juga para manajemen senior mengenai posisi ini. Kemudian untuk dapat melaksanakan tugas-tugasnya, fungsi audit internal membutuhkan berbagai sumber daya seperti sumber daya auditor, anggaran, teknologi, dan sumber daya lain yang relevan. Dan seluruh kebutuhan ini hendaknya harus tercukupi dan dipenuhi oleh Direksi.
Menunjukkan hasil pekerjaan yang berkualitas melalui program penilaian dan pengembangan kualitas ini dilaksanakan secara berkelanjutan Kepala audit internal harus memprogramkan dan menjalankan program penilaian kualitas hasil pekerjaan audit internal dan dalam hal terdapat ketidaksesuaian maka terdapat program pengembangan yang berkelanjutan. Program ini dikenal dengan nama Quality Assurance and Improvement Program. Program ini merupakan program yang wajib dilaksanakan dan menjadi bagian dari standar atribut.

 

Mampu berkomunikasi secara efektif Pelaksanaan pekerjaan audit internal sangat membutuhkan interaksi dengan pihak terkait dalam organisasi. Untuk dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan dan proses penilaian informasi dapat terjalin dengan baik, maka auditor harus mampun berkomunikasi secara efektif sesuai dengan ruang lingkup dan tujuan penugasannya.
Menyajikan Asurans berbasis risiko Dalam melaksanakan penugasan asurans maka auditor harus fokus pada prioritas organisasi. Hal ini umumnya terjadi dalam situasi adanya keterbatasan sumber daya. Maka untuk dapat berkontribusi secara efektif dan sesuai dengan strategi organisasi, maka auditor harus melaksanakan penugasan dan program kerja dengan berbasis pada risiko.
Fokus pada wawasan, pro aktif, dan Fokus pada masa depan Dalam melaksanakan penilaian atas pelaksanaan pekerjaan, auditor juga diharapkan memberikan penilaian pada pelaksanaan tata kelola yang saat ini berjalan dan memberikan berbagai masukan untuk peningkatan proses atau insight. Auditor menjalankan peran melakukan penilaian kedalam ini sudah menjadi bagian dari inisiatif auditor dan dalam hal terdapat saran perbaikan maka bertujuan untuk menjadikan masa depan lebih baik, lebih efisien, dan lebih efektif.
Mendorong perbaikan organisasi Hasi pelaksanaan asurans dan konsultansi tidak hanya berfokus pada penilaian evaluasi kesesuaian melainkan juga harus berfokus pada pemberian saran-saran yang menjadi bagian dari perbaikan organisasi secara berkelanjutan.

Demikian semua pilar-pilar yang menjadi prinsip dasar bagi auditor internal dalam menjalankan perannya pada setiap organisasi. Pemenuhan prinsip-prinsip ini memerlukan waktu yang tidak sebentar serta membutuhkan infrastruktur dan program yang memadai.

PPAK siap menjadi mitra anda dalam mengelaborasi dan memenuhi infrastruktur prinsip-prinsip dasar in sehingga fungsi audit internal para mitra menjadi lebih efektif, efisien, dan berkualitas tinggi.

Read more

RAGAM KONSULTASI DALAM AUDIT INTERNAL

18 Apr 2022

Auditor Internal sesuai dengan definisinya pada saat ini melaksanakan dua kegiatan utama yaitu melakukan kegiatan assurance dan kegiatan konsultasi. Melalui dua kegiatan ini, auditor internal akan memberikan nilai tambah serta peningkatan dan perbaikan dalam operasional kegiatan perusahaan. Kegiatan assurance secara umum telah dimengerti dan diselenggarakan oleh unit kerja audit internal. Sementara itu tidak sedikit audit internal yang memerlukan penjelasan mengenai bentuk dan penyelenggaraan kegiatan konsultasi. Pada artikel ini akan disajikan mengenai segala hal mengenai Konsultasi.

Kegiatan konsultasi adalah aktivitas pemberian saran (advis) bagi klien atau unit kerja, dimana sifat dan ruang lingkup kegiatannya berdasarkan kesepakatan bersama antara auditor sebagai konsultan dan unit kerja dan/atau proses sebagai klien atau mitra, yang dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah dan peningkatan dalam tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian tanpa auditor internal dipersepsikan menjadi penanggung jawab dari kegiatan. Inisiatif atas terselenggaranya kegiatan konsultasi ini dapat berasal dari auditor internal maupun dari unit kerja.

Kegiatan asurans dan konsultasi memiliki persamaan dan perbedaan.

Persamaan kedua kegiatan yang merupakan kontribusi dari unit kerja audit internal adalah memberikan nilai tambah dan peningkatan dalam kegiatan operasional. Kemudian semua kontribusi audit internal ini membantu organisasi mencapai tujuan melalui evaluasi dan peningkatan dalam pengelolaan risiko, pengendalian, dan tata kelola.

Hal yang membedakan antara asurans dengan konsultasi berikut ini:

  1. Para pihak yang terkait dengan kegiatan penugasan
    Dalam kegiatan asurans para pihak yang terkait penugasan ada tiga yaitu auditor internal sebagai pemberi asurans, Pimpinan organisasi sebagai pihak yang diberikan keyakinan oleh auditor, dan Unit kerja sebagai pihak yang direview.
    Dalam kegiatan konsultasi secara umum kegiatan terselenggara antara dua pihak yaitu pihak auditor sebagai konsultan dan pihak unit kerja sebagai klien.

  2. Penetapan tujuan dan ruang lingkup
    Dalam kegiatan asurans tujuan dan ruang lingkup kegiatan penugasan merupakan kewenangan auditor internal.
    Sedangkan dalam kegiatan konsultasi tujuan dan ruang lingkup merupakan kesepakatan kedua belah pihak yaitu konsultan dengan klien.

Kegiatan konsultasi sangat cair dan dapat beragam jenis bentuk pelaksanaannya. Bentuk kegiatan konsultasi adalah untuk memenuhi kebutuhan manajemen. Dan upaya pemenuhan kebutuhan manajemen atau unit kerja ini dapat terselenggara dalam berbagai bentuk baik kegiatan formal maupun kegiatan yang informal. Auditor Internal harus merespon semua permintaan kebutuhan manajemen ini baik secara formal maupun informal. Selain itu kegiatan konsultasi juga dapat terselenggara dengan auditor internal sebagai inisiatornya.

Ragam kegiatan konsultasi antara lain: 1) Pemberian saran dan masukan (advisory); 2) Peningkatan kompetensi melalui pemberian kegiatan pelatihan (training); dan 3) Bersama unit kerja melaksanakan suatu aktivitas sehingga aktivitas tersebut menjadi sesuai melalui fasilitasi.

  1. Pemberian saran dan masukan (advisory)
    Pada umumnya kegiatan konsultasi berupa pemberian masukan atau saran (advis). Inisiator kegiatan ini dapat dari audit internal sebagai konsultan maupun dari unit kerja atau klien.
    Unit kerja membutuhkan masukan dan saran dalam hal terdapat kebutuhan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi atas proses bisnis dan kegiatan tertentu. Ragam kegiatan konsultasi antara lain:
    • Permintaan saran dalam proses desain pengendalian atas suatu kegiatan unit kerja agar pengendaliannya efektif dan efisien,
    • Permintaan saran dalam pengembangan kebijakan dan prosedur unit kerja
    • Berpartisipasi dalam pemberian saran atas kegiatan proyek yang beresiko tinggi
    • Pemberian saran dalam hal terdapat permasalahan dalam pengamanan dan keberlangsungan kegiatan, dan
    • Pemberian saran dalam peningkatan kegiatan pengelolaan risiko organisasi.

    Konsultan dapat juga berinisiatif memberikan saran (advis) dalam hal auditor mendapatkan informasi yang berpotensi berpengaruh pada kegiatan unit kerja. Informasi ini bisa berbentuk regulasi baru, teknologi baru, perkembangan baru, risiko baru, dan berbagai hal lainnya.
  2. Peningkatan kompetensi melalui kegiatan pelatihan (training)
    Kegiatan konsultasi berikutnya adalah penyelenggaraan kegiatan pelatihan. Audit internal dengan pengalamannya selama ini memiliki berbagai pengetahuan termasuk yang spesifik termasuk pengetahuan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan unit kerja. Bentuk pengetahuan antara lain pemahaman atas regulasi, penilaian dan pengelolaan risiko, serta berbagai aspek pengetahuan lainnya. Dan kemudian auditor internal sebagai konsultan memberikan edukasi melalui kegiatan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan dan peningkatan kompetensi dari unit kerja.
    Inisiator kegiatan pelatihan dapat melalui auditor dan juga unit kerja. Tema dan content pelatihan merupakan kesepakatan kedua belah pihak.
  3. Fasilitasi suatu kegiatan
    Kegiatan konsultasi berupa fasilitasi terlaksana dimana auditor bersama klien menjalankan kegiatan. Dengan kontribusi auditor melalui fasilitasi menjadikan kegiatan lebih baik dan lebih berkualitas. Berbagai jenis kegiatan yang umumnya dapat difasilitasi oleh auditor antara lain:
    • Fasilitasi pelaksanaan kegiatan penilaian risiko
    • Fasilitasi penilaian mandiri atas pengendalian
    • Fasilitasi dalam pekerjaan re-desain pengendalian dan juga kebijakan dan prosedur
    • Sebagai penghubung (liaison) antara manajemen dengan pihak eksternal seperti akuntan publik, pemerintah, dan mitra lain dalam pelaksanaan kegiatan tertentu
    • Melakukan fasilitasi dalam melakukan analisis dan investigasi pasca adanya kejadian yang berdampak signifikan karena kegiatan yang terhenti.

Semua informasi di atas merupakan ragam kegiatan terkait konsultasi. Semua kegiatan ini hendaknya terdokumentasi oleh unit kerja audit internal sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan konsultasi terutama kegiatan yang belum tercantum dalam program kerja tahunan.

Read more
Request information Do you have some questions? Fill the form and get an answer!

Request information