SELAMAT DATANG DI PPA&K VIRTUAL CLASS

Media peningkatan kompetensi secara online di bidang Audit Internal, Audit Forensik, Manajemen Risiko, Good Corporate Governance, Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan.

Materi diklat dikembangkan spesifik dan aplikatif untuk menjawab tuntutan kebutuhan saat ini dan masa depan. Model pembelajaran dirancang melibatkan serangkaian proses yang mendorong setiap peserta berbagi pengetahuan, keterampilan nilai-nilai dan pengalaman dengan dipandu oleh fasilitator yang profesional dan berpengalaman.

Daftar Diklat

No Nama Diklat Biaya Waktu Pelaksanaan
1

Qualified Risk Management Analyst (Oktober 2021)

IDR 7.600.000,00 19 Oct 2021 - 25 Oct 2021
2

Diklat Dasar-Dasar Audit (Oktober 2021)

IDR 6.000.000,00 19 Oct 2021 - 28 Oct 2021
3

Diklat Komunikasi dan Psikologi Audit  (Oktober 2021)

IDR 6.500.000,00 19 Oct 2021 - 27 Oct 2021
4

Diklat Pengelolaan Tugas-Tugas Audit (Oktober 2021)

IDR 9.750.000,00 19 Oct 2021 - 28 Oct 2021
5

Diklat Audit Forensik Dasar (Oktober 2021)

IDR 8.500.000,00 19 Oct 2021 - 25 Oct 2021
6

Diklat Audit Forensik Lanjutan (Oktober 2021)

IDR 9.500.000,00 19 Oct 2021 - 25 Oct 2021
7

Program Gelar CFrA (Oktober 2021)

IDR 19.000.000,00 19 Oct 2021 - 03 Nov 2021
8

Certified Governance Professional (Oktober 2021)

IDR 10.300.000,00 19 Oct 2021 - 25 Oct 2021
9

Qualified Chief Risk Officer (Oktober 2021)

IDR 9.800.000,00 19 Oct 2021 - 22 Oct 2021
10

Diklat Audit Rumah Sakit (Oktober 2021)

IDR 5.750.000,00 19 Oct 2021 - 22 Oct 2021
11

Diklat Manajemen Risiko ISO 31000:2018  Berbasis Teknologi Informasi (Oktober 2021)

IDR 6.000.000,00 19 Oct 2021 - 22 Oct 2021
12

Diklat Analisis Laporan Keuangan (Oktober 2021)

IDR 4.500.000,00 19 Oct 2021 - 22 Oct 2021
13

Diklat Analisis Kinerja Keuangan PDAM (Oktober 2021)

IDR 4.500.000,00 19 Oct 2021 - 22 Oct 2021
14

Diklat Self Assessment Internal Control (Oktober 2021)

IDR 6.000.000,00 19 Oct 2021 - 22 Oct 2021
15

Diklat Penerapan PSAK 73 dan Dampak Perpajakannya (Oktober 2021)

IDR 4.000.000,00 19 Oct 2021 - 22 Oct 2021
16

Diklat PPh Pasal 21/26 (Oktober 2021)

IDR 6.500.000,00 19 Oct 2021 - 26 Oct 2021
17

Diklat Dasar-Dasar Audit (November 2021)

IDR 6.000.000,00 15 Nov 2021 - 24 Nov 2021
18

Diklat Audit Operasional (November 2021)

IDR 8.750.000,00 15 Nov 2021 - 24 Nov 2021
19

Diklat Audit Kecurangan (November 2021)

IDR 9.250.000,00 15 Nov 2021 - 19 Nov 2021
20

Diklat Khusus bagi Kepala SPI (November 2021)

IDR 12.000.000,00 15 Nov 2021 - 18 Nov 2021
21

Diklat Audit Forensik Dasar (November 2021)

IDR 8.500.000,00 15 Nov 2021 - 19 Nov 2021
22

Diklat Audit Forensik Menengah (November 2021)

IDR 8.500.000,00 15 Nov 2021 - 23 Nov 2021
23

Certified Chief Governance Officer (November 2021)

IDR 11.100.000,00 15 Nov 2021 - 18 Nov 2021
24

Certified Governance Oversight Professional (November 2021)

IDR 12.200.000,00 15 Nov 2021 - 18 Nov 2021
25

Qualified Risk Management Officer (November 2021)

IDR 7.300.000,00 15 Nov 2021 - 18 Nov 2021
26

Qualified Risk Management Professional (November 2021)

IDR 9.800.000,00 15 Nov 2021 - 22 Nov 2021
27

Qualified Risk Governance Professional (November 2021)

IDR 12.000.000,00 15 Nov 2021 - 18 Nov 2021
28

Diklat Audit Internal Berbasis Risiko (November 2021)

IDR 6.750.000,00 15 Nov 2021 - 19 Nov 2021
29

Diklat Penulisan Laporan Hasil Audit yang Efektif (November 2021)

IDR 6.000.000,00 15 Nov 2021 - 17 Nov 2021
30

Diklat Audit Teknologi Informasi (November 2021)

IDR 6.750.000,00 15 Nov 2021 - 19 Nov 2021
31

Diklat Probity Audit (November 2021)

IDR 5.250.000,00 15 Nov 2021 - 17 Nov 2021
32

Diklat Audit atas Laporan Keuangan (November 2021)

IDR 5.750.000,00 15 Nov 2021 - 17 Nov 2021
33

Diklat PPh Pasal 21/26 (November 2021)

IDR 6.500.000,00 19 Nov 2021 - 26 Nov 2021

News

MENGELOLA KECEMASAN DALAM KOMUNIKASI PADA PENUGASAN AUDIT

27 Aug 2021

Tugas audit yang melibatkan entitas dan auditee yang baru dikenal bisa saja dialami oleh auditor internal. Dalam melakukan penugasan audit terhadap entitas dan auditee yang baru dikenal, auditor internal akan menunjukkan salah satu dari dua kemungkinan perasaan yaitu perasaan positif dan perasaan negatif. Perasaan positif yaitu adanya antusiasme dan perasaan senang untuk melakukan pemeriksaan terhadap entitas dan auditee yang tidak dikenal sebelumnya. Perasaan negatif yaitu rasa cemas dan khawatir karena belum memiliki informasi yang memadai tentang entitas dan auditee yang baru dikenal. Informasi yang tidak memadai tentang auditee yang baru dikenal akan membuat auditor internal kesulitan dalam memprediksi apa yang akan terjadi saat proses pemeriksaan dan bagaimana strategi yang tepat untuk menghadapinya. Kecemasan yang dialami oleh auditor internal ini akan berdampak pada komunikasi yang dilakukan selama penugasan audit seperti yang dikatakan oleh Gudykunst (2005: 285) bahwa “mengelola kecemasan dan ketidakpastian merupakan proses utama yang mempengaruhi komunikasi seseorang dengan orang yang tidak dikenal”.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh auditor internal untuk mengurangi kecemasan dalam komunikasi dengan auditee yang baru dikenal. Pertama, mencari informasi yang akurat tentang auditee sebelum pelaksanaan audit. Informasi tentang auditee dapat berupa latar belakang budaya auditee, pandangan auditor lain terkait auditee, pandangan auditee lain yang sudah dikenal tentang auditee, dan informasi lain yang relevan.  Selain itu, perlu juga untuk mencari kesamaan antara auditor dengan auditee, jika terdapat banyak keterkaitan antara auditor dan auditee, maka hal tersebut dapat menurunkan kecemasan yang dialami oleh auditor internal. Hal tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa “Peningkatan jaringan/ networks antara individu dengan orang yang tidak dikenal akan menghasilkan penurunan kecemasan dan peningkatan kemampuan individu tersebut untuk secara akurat memprediksi perilaku mereka” (Gudykunst, 2005: 302 – 303).

Kedua, komunikasi yang efektif dihasilkan dari pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian secara mindfull. Mindfullness berarti seseorang harus dapat menerima hal-hal baru dan memberikan perhatian penuh kepada proses komunikasi yang sedang berlangsung. Langer (1989) berpendapat bahwa mindfullness mencakup menciptakan kategori baru, terbuka terhadap informasi baru, dan mengenali perspektif orang asing (Gudykunst & Kim, 2003: 39-40). Keterbukaan terhadap perspektif baru dari auditee yang baru dikenal akan membantu auditor internal untuk memahami auditee secara utuh. Pemahaman yang baik terhadap auditee memudahkan auditor internal untuk menemukan gaya komunikasi yang tepat selama proses audit. Saat komunikasi telah berjalan dengan efektif, maka kecemasan yang dialami oleh auditor internal akan berangsur-angsur hilang.  

Sumber: Diana, A & Lukman, E. (2018). Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian dalam Komunikasi Antar Budaya antara Auditor dan Auditee. Jurnal Komunikasi Indonesia. VII (1), 99-108.

Read more

GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)-DEFINISI, PRINSIP, TUJUAN PENERAPAN DAN ASPEK

07 Jul 2021

Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor Per-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan Usaha Milik Negara mendefinisikan Tata Kelola Perusahaan yang baik/Good Corporate Governance (GCG) adalah prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses dan mekanisme pengelolaan perusahaan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan etika berusaha.

Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) meliputi:

  1. Transparency, keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan   mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan;
  2. Accountability, kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif;
  3. Responsibility, kesesuaian dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
  4. Independency, perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat; dan
  5. Fairness, keadilan dan kesetaraaan didalam memenuhi hak-hak Pemangku Kepentingan (Stakeholders) yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.

Tujuan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN adalah (1) Mengoptimalkan nilai BUMN agar berdaya saing nasional maupun internasional, sehingga keberadaan BUMN mampu berdampak signifikan terhadap kemajuan bangsa dan negara, (2) Mendorong pengelolaan BUMN secara profesional, efisien dan efektif serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ persero/organ perum, (3) Mendorong agar keputusan dan tindakan organ Perusahaan BUMN dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, (4) Meningkatkan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional dan meningkatkan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi nasional.

Tujuan jangka pendek penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) adalah (1) Meningkatkan transparansi pengelolaan perusahaan, (2) Optimalisasi biaya modal, (3) Mencegah penyalahgunaan wewenang, (4) Meningkatkan nilai tambah bagi stakeholders, (5) Meningkatkan arus investasi kedalam perusahaan, (6) Mendorong pengambilan keputusan yang profesional, (7) Meningkatkan kinerja karyawan dan perusahaan. Sedangkan tujuan jangka panjang penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) adalah (1) Membentuk corporate culture yang baik, (2) Menjaga kredibilitas dan image perusahaan, (3) Mendorong kemajuan perusahaan secara berkesinambungan.

Berdasarkan SK Sekretaris Kementerian BUMN Nomor: SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator/Parameter penilaian dan Evaluasi atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN menyatakan bahwa aspek penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN meliputi: (1) Komitmen terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) secara berkelanjutan, (2) Pemegang Saham dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)/Pemilik Modal, (3) Dewan Pengawas/Dewan komisaris, (4) Direksi, (5) Penguatan Informasi dan Transparansi, (6) Aspek Lainnya.

Seluruh aspek tersebut menjadi landasan bagi seluruh organ perusahaan dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG). Selanjutnya secara berkala setiap 2 (dua) tahun dilakukan asesmen penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) oleh asesor independen. Pada tahun berikutnya setelah asesmen GCG dilakukan evaluasi/reviu sebagai program untuk mendeskripsikan tindak lanjut penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi evaluasi hasil penilaian dan tindak lanjut atas rekomendasi perbaikan.  

Read more

MEDIA PENINGKATAN KOMPETENSI PADA ERA “THE NEW NORMAL”

20 Apr 2020

Sampai dengan awal tahun 2020, Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang audit internal, audit forensik, manajemen risiko, Good Corporate Governance, Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan secara tatap muka langsung. Peserta dan fasilitator wajib hadir secara fisik di ruang-ruang kelas yang bertempat di berbagai kota yaitu Puncak Bogor, Yogyakarta, Malang dan Bandung.

Diawali di Wuhan RRC, pandemi Covid-19 menyebar hampir ke seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Pandemi Covid-19 memberi dampak cepat dan luar biasa bagi kesehatan dan menjalar ke segenap sisi kehidupan. Untuk menghindari penyebaran Covid 19 yang lebih luas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan menjaga jarak (Physical Distancing)  lebih 1 (satu) meter dari orang lain. Penerapan ketentuan tersebut diantaranya work from home (WFH), menghindari pertemuan besar dan transportasi umum. Berkat teknologi informasi yang begitu maju, kita masih bisa tetap berkomunikasi dengan orang lain tanpa harus berada dalam ruangan yang sama secara fisik.

Pada masa pascapandemi Covid-19 sebagai the new normal, diprediksi ada tren perubahan sosial, lingkungan dan bisnis. Interaksi fisik akan semakin terbatas namun interaksi digital selama masa WFH akan bertahan menjadi opsi utama dalam beraktifitas. 

Sebagai strategi untuk menghadapi kondisi saat ini dan pascapandemi Covid 19, PPA&K telah membangun portal Pembelajaran Jarak Jauh atau e-learning dengan nama PPA&K Virtual Class. Portal tersebut akan menghubungkan peserta baik dengan fasilitator maupun panitia dalam proses diklat.

Proses diklat setidaknya terdiri atas 3 (tiga) jenis aktivitas. Pertama, aktivitas diklat berupa pembahasan konsep dan diskusi studi kasus menggunakan metode komunikasi pada waktu yang telah ditentukan (real time) dengan kehadiran fasilitator dan peserta. Dengan metode tersebut diharapkan peserta dapat mengikuti waktu diklat setiap hari secara terstruktur dan adanya interaksi dengan fasilitaor dan peserta lainnya. Fasilitas yang digunakan adalah Video Conference dengan memanfaatkan diantaranya google meet/zoom/m-teams.  

Kedua, peserta melakukan pembelajaran mandiri dengan membaca atau mendengar materi diklat diantaranya adalah e-book/slide/mediavisual/audiovisual yang diterima oleh peserta. Pembelajaran mandiri tidak terikat pada jadwal yang ketat, tidak memerlukan komunikasi antara fasilitator dan peserta pada waktu yang bersamaan. Pembelajaran mandiri memerlukan motivasi dan kesungguhan dari diri sendiri.

Ketiga, peserta diberikan penugasan atau ujian atas materi diklat yang telah ditentukan waktu penyelesaiannya pada platform PPA&K Virtual Class. Aktivitas tersebut guna mengevaluasi atas capaian tujuan dan sasaran diklat.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS: Ar-Rad :11). “Tujuan dari belajar adalah terus tumbuh. Akal tidak sama dengan tubuh, akal terus bertumbuh selama kita hidup.” Mortimer J. Adler. (Filsuf Amerika)

Semoga krisis ini menjadikan kita semua terus berbenah, berubah dan bertumbuh serta lebih maju dan kuat lagi.

Read more
Request information Do you have some questions? Fill the form and get an answer!

Request information